Pada seberkas cahaya
pertama dari fajar yang menyingsing,
Gilgamesh [mulai
meratapi] sahabatnya:
‘Oh Enkidu, [yang]
ibumu, seekor rusa,
dan ayahmu, seekor
keledai liar, [besarkan,]
‘yang dibesarkan
[keledai-keledai] liar dengan air susu mereka,
yang diajari
binatang-binatang [di alam liar akan] seluruh padang rumput –
Oh Enkidu, semoga
jalan-jalan [di] Hutan Aras
meratapimu [tanpa
henti,] siang dan malam!
‘Semoga para tetua
Uruk sang Kandang Domba yang padat meratapimu!
Semoga kerumunan yang
memberikan restu mereka kepada kita [meratapimu!]
Semoga [puncak-puncak]
bukit dan pegunungan yang tinggi meratapimu,
.….…. murni.
Semoga padang rumput
meratap laksana ibumu!
‘Semoga [murad,]
sanobar dan aras meratapimu,
yang di
tengah-tengahnya kita menyusup dalam amarah kita!
Semoga beruang
meratapimu, dubuk, macan tutul, citah, rusa jantan dan ajak,
singa, banteng liar,
rusa, kambing gunung, seluruh binatang di alam liar!
‘Semoga Ulay, sungai
yang keramat, meratapimu,
di sepanjang tepiannya
kita berjalan dalam keperkasaan kita!
Semoga Efrat yang suci
meratapimu,
yang airnya kita
tuangkan sebagai persembahan dari kantung-kantung kulit!
‘Semoga para pemuda
Uruk sang Kandang Domba meratapimu,
[yang] menyaksikan
pertarungan kita saat kita membinasakan sang Banteng Surga!
Semoga si pembajak
meratapimu di [alur bajaknya],
[saat dia]
mengagungkan namamu dengan kidung manisnya!
‘Semoga … dari Uruk
sang Kandang Domba yang padat meratapimu,
[yang] mengumandangkan
namamu [bersama] … pertama!
Semoga sang peternak
meratapimu [di dalam kandang sapinya,]
[yang] membuat manis
[bagi mulutmu] air susu dan mentega!
‘Semoga [sang anak
gembala] meratapimu …,
[yang] menyediakan
minyak samin untuk bibirmu!
Semoga si pembuat bir
meratapimu,
[yang] menyediakan bir
untuk mulutmu!
‘Semoga sang pelacur
meratapimu,
[yang] mengurapi kepalamu
dengan minyak semerbak harum!
Semoga … [di dalam
rumah] upacara pernikahan meratapi[mu,]
yang … seorang istri
……!
‘Semoga ….…..
meratapimu!
Semoga …… meratapimu
[laksana] saudara laki-laki!
Semoga uraian rambut
mereka dilepaskan untuk[mu] laksana saudara perempuan!
[Semoga mereka menangis]
untuk Enkidu, ibu dan ayahmu…!
[Pada] hari ini juga
aku [sendiri] akan meratapimu!
‘Dengarkan aku, Oh
para pemuda, dengarkan [aku!]
Dengarkan aku, Oh para
tetua [Uruk yang padat,] dengarkan aku!
Aku akan menangis untuk
Enkidu, sahabatku,
laksana seorang wanita
peratap upahan aku akan meratap dengan getir!
‘Kapak di sisiku, yang
dipercayai lenganku,
pedang di sabukku,
perisai di hadapan wajahku,
pakaian perayaanku,
ikat pinggang kegembiraanku:
angin yang jahat bangkit
dan merampasnya dariku.
‘Oh sahabatku, keledai
liar yang berlari, keledai di
dataran tinggi, macan
tutul di alam liar,
sahabatku Enkidu,
keledai liar yang berlari, keledai di
dataran tinggi, macan
tutul di alam liar!
Adalah kita
bersama-sama yang mendaki [pegunungan,]
mencengkeram dan
[membinasakan] sang Banteng Surga,
menghancurkan Humbaba,
yang [berdiam di] Hutan [Aras.]
‘Kini tidur macam apa
ini yang telah mencengkeram[mu?]
Engkau telah
kehilangan kesadaran, engkau tidak [mendengarku!]’
Namun dia, dia tidak
mengangkat [kepalanya.]
Dia meraba jantungnya,
namun tidak lagi berdetak.
Dia menutupi, laksana
seorang mempelai wanita, wajah sahabatnya,
laksana seekor elang
dia berputar-putar di sekelilingnya.
Laksana seekor induk
singa yang dirampas anak-anaknya,
dia berjalan
mondar-mandir, ke mari dan ke sana.
[Rambut] ikalnya dia
cabuti bergumpal-gumpal,
dia merobek
perhiasannya, [laksana] sesuatu yang tabu dia mencampakkannya
jauh-jauh.
Pada seberkas cahaya
pertama dari fajar yang menyingsing,
Gilgamesh mengumandangkan
seruan ke seluruh negeri:
‘Oh pandai besi!
[Perajin permata!] Pandai tembaga! Pandai emas! Perajin perhiasan!
Buatlah [dari]
sahabatku [sebuah patung dalam rupa sosoknya,]
[seperti yang belum
pernah ada sebelumnya] dibuat patung seorang sahabat:
tungkai sahabatku
harus terbuat dari …
‘Alismu harus terbuat
dari lapis lazuli, dadamu dari emas,
tubuhmu harus terbuat
dari ……
‘[Aku akan
membaringkanmu di atas ranjang yang luar biasa megah,]
[aku akan
membaringkanmu] di atas ranjang [kehormatan.]
Aku akan menempatkanmu
[di sebelah kirinya, di kursi peristirahatan;]
para penguasa dunia
bawah [semuanya akan menciumi kakimu.]
‘Orang-orang [Uruk]
akan kusuruh berkabung [dan meratapimu,]
orang-orang yang
begitu elok [akan kupenuhi dengan duka cita untukmu.]
Setelah engkau tiada
[rambutku akan kusut masai dalam perkabungan,]
berbalut kulit [seekor
singa aku akan mengembara] di alam liar.’
Pada seberkas cahaya
pertama dari fajar yang menyingsing,
[Gilgamesh bangkit dan
melangkah masuk ke perbendaharaannya.]
Dia membuka
segel-segelnya, memeriksa batu-batu permata:
obsidian, karnelian,
[lapis lazuli, induk] mutiara,
pualam.
.….…. dikerjakan
dengan penuh keahlian,
.….…. dia sediakan
untuk sahabatnya.
.….…. dia sediakan
untuk sahabatnya,
.….. dari x+10 pon
emas dia sediakan untuk sahabatnya.
.….. dari x pon emas
dia sediakan untuk sahabatnya.
…… dari x pon emas dia
sediakan untuk sahabatnya.
…… dari x pon emas dia
sediakan untuk sahabatnya.
.….…….
.….. di antara
keduanya, bertatahkan tiga puluh pon emas,
.….. adalah … mereka,
dia sediakan untuk sahabatnya.
.….. adalah … mereka,
dia sediakan untuk sahabatnya.
.….…. adalah ketebalan
mereka,
.….. adalah … mereka,
dia sediakan untuk sahabatnya.
.….…. besar
.….…. dia sediakan
untuk sahabatnya.
.….…. dari pinggangnya
.….…. dia sediakan
untuk sahabatnya.
.….…. dia sediakan
untuk sahabatnya.
.….…. dia sediakan
untuk sahabatnya.
.….…. dia sediakan
untuk sahabatnya.
.….…….
.….…. dia sediakan
untuk sahabatnya.
.….…. dari kakinya,
dia sediakan untuk sahabatnya.
.….. dari x talenta
gading …,
.….. yang mana
gagangnya [adalah x pon] emas, dia sediakan untuk sahabatnya.
.….. perkasa … dari
lengannya, dia sediakan untuk sahabatnya.
… yang mana tabung
panahnya adalah …, dan gagangnya satu talenta emas, dia sediakan untuk
sahabatnya.
.….…. gada di
tangannya adalah gading,
.….. yang mana
gagangnya adalah empat puluh pon emas, dia sediakan untuk sahabatnya.
.….…., tiga hasta
adalah panjangnya,
.….…. adalah
ketebalannya, dia sediakan untuk sahabatnya.
.….…. dari emas murni,
.….…. dari karnelian,
tongkat dari besi,
.….…. penyangganya
adalah seekor banteng liar,
.….…. untuk
sahabatnya,
dia menyembelih
[lembu] dan domba yang digemukkan, menumpuknya tinggi-tinggi untuk sahabatnya.
‘[Hadiah-hadiah ini
aku pajang,] Oh Shamash, untuk sahabatku!’
.….. mereka membawa
semua daging itu kepada para penguasa dunia bawah.
… kepada ratu agung
Ishtar.
[Sebuah tongkat]
lempar dari mahoni, kayu yang berkilau itu,
[untuk] ratu agung
Ishtar dia pajang di hadapan sang Dewa Matahari:
[‘Semoga] ratu agung
Ishtar … menerima ini,
semoga dia [menyambut]
sahabatku dan berjalan [di sisinya!]’
Sebuah gaun perayaan
……
untuk Belet-ili,
[kakak perempuan Enlil, dia] pajang [di hadapan sang Dewa Matahari:]
‘Semoga [Belet-ili,]
kakak perempuan [Enlil, menerima ini,]
semoga dia [menyambut
sahabatku dan] berjalan di sisinya!’
Sebuah buli-buli dari
lapis lazuli ……
untuk Ereshkigal,
[ratu Dunia Bawah, dia pajang di hadapan sang Dewa Matahari:]
‘Semoga Ereshkigal,
[ratu Dunia Bawah yang padat,] menerima ini,
semoga dia menyambut [sahabatku
dan berjalan di sisinya!]’
Sebuah seruling dari
karnelian ……
untuk Dumuzi, sang
gembala yang dicintai oleh [Ishtar, dia pajang di hadapan sang Dewa Matahari:]
‘Semoga Dumuzi, sang
gembala yang dicintai oleh [Ishtar,] menerima ini,
semoga dia menyambut
sahabatku dan [berjalan di sisinya!]’
Sebuah kursi dari
lapis lazuli ……
sebuah tongkat dari
lapis lazuli ……
untuk Namtar, [wazir
Dunia Bawah, dia pajang di hadapan sang Dewa Matahari:]
‘Semoga [Namtar, wazir
Dunia Bawah yang padat,] menerima ini,
[semoga dia menyambut
sahabatku dan berjalan di sisinya!]’
.….…….
untuk [Hushbisha,
pelayan wanita Dunia Bawah, dia pajang di hadapan sang Dewa Matahari:]
‘Semoga [Hushbisha,
pelayan wanita Dunia Bawah yang padat, menerima ini,]
[semoga dia menyambut
sahabatku dan berjalan di sisinya!]’
Dia telah membuat
….…..
sebuah jepit dari
perak, gelang-gelang dari tembaga, …
untuk Qassu-ṭabat,
sang penyapu dari [Ereshkigal, dia pajang di hadapan sang Dewa Matahari:]
‘[Semoga] Qassu-ṭabat,
sang penyapu [dari Ereshkigal,] menerima ini,
semoga dia menyambut
sahabatku dan [berjalan di sisinya!]
Semoga sahabatku tidak
…, tidak pula bersusah hati!’
… dari pualam, bagian
dalamnya bertatahkan lapis lazuli dan karnelian,
[menggambarkan sebuah
citra] dari Hutan Aras,
.….. bertatahkan
karnelian
untuk
Ninshuluhhatumma, sang pembersih rumah, dia pajang di hadapan sang Dewa
Matahari:
‘Semoga
Ninshuluhhatumma, sang pembersih rumah, menerima ini,
semoga dia menyambut
sahabatku dan berjalan di sisinya!
[Semoga dia] … di
hadapan sahabatku,
semoga [sahabat]ku
tidak …, tidak pula bersusah hati!’
Sebuah belati bermata
dua dengan gagang dari lapis lazuli,
sebuah batu api dari
sungai Efrat yang suci,
untuk Bibbu, sang
jagal dari Dunia Bawah, dia pajang di hadapan sang Dewa Matahari:
‘[Semoga Bibbu, sang
jagal] dari Dunia Bawah yang padat, [menerima ini,]
[semoga dia] menyambut
[sahabatku] dan berjalan di sisinya!’
.….. sebuah buli-buli
dari pualam
[untuk Dumuzi-abzu,
sang] kambing hitam dari Dunia Bawah, dia pajang di hadapan sang Dewa Matahari:
‘[Semoga Dumuzi]-abzu,
sang kambing hitam dari Dunia Bawah yang padat, [menerima ini,]
semoga dia menyambut
[sahabat]ku dan berjalan di sisinya!’
.….. yang bagian
atasnya dari lapis lazuli,
.….. bertatahkan
karnelian,
[untuk …… dia pajang
di hadapan sang Dewa Matahari:]
[‘Semoga …… menerima
ini,]
[semoga dia menyambut
sahabatku dan berjalan di sisinya!’]
Ketika teks
dilanjutkan kembali setelah sebuah kekosongan (lacuna) sang pembicara adalah
seseorang selain Gilgamesh:
‘…… yang kita …
… … mereka, nama-nama
mereka …
… hakim dari para
Anunnaki …’
Gilgamesh mendengar
kata-kata ini,
dia menggagas [ide]
untuk membendung sungai itu.
Pada seberkas cahaya
pertama dari fajar yang menyingsing,
Gilgamesh membuka
[gerbangnya.]
Dia mengeluarkan
sebuah meja besar dari kayu elammaku,
dia mengisi sebuah
mangkuk karnelian dengan sirup.
Dia mengisi sebuah
mangkuk lapis lazuli dengan minyak samin,
dia menghiasi … dan
memajangnya di hadapan sang Dewa Matahari.
Sisa dari gambaran tentang pemakaman Enkidu, yang akan mengisi sekitar tiga puluh baris yang tersisa dari Tablet VIII, masih belum ditemukan.
Komentar
Posting Komentar