Langsung ke konten utama

Postingan

Gilgamesh dan Banteng Surga: ‘Pahlawan dalam pertempuran’

  Puisi berjudul "Pahlawan dalam pertempuran" menceritakan perseteruan antara Gilgamesh dan dewi Inanna (Ishtar) serta pertarungan Gilgamesh dan Enkidu melawan Banteng Surga. Kisah ini adalah versi awal dari Tablet VI pada epos Babilonia, walau bagian permulaannya sangat berbeda. Sayangnya, puisi ini tidak sepopuler kisah Akka atau Huwawa. Naskah yang tersisa sangat sedikit sehingga penerjemahannya sangat sulit dan menantang. Tidak ada satu pun naskah utuh dari sekolah Nippur yang biasanya menghasilkan salinan paling akurat. Dua sumber terbaik justru berasal dari Mê-Turan dan Dilbat, ditambah empat prasasti kutipan yang sama sekali tidak jelas asal-usulnya. Kondisi naskah yang kerap rusak, ejaan yang tidak lazim, serta variasi penyuntingan membuat terjemahan kisah ini masih jauh dari kata pasti. Penemuan manuskrip baru di masa depan sangat diharapkan untuk mengoreksi berbagai kekurangan terjemahan saat ini. Setelah prolog berupa himne, cerita berlanjut dengan percakapan ant...

Gilgamesh dan Huwawa: ‘Sang Penguasa menuju Gunung Sang Makhluk Hidup’ dan ‘Ho, bersoraklah!’

  Puisi tentang Gilgamesh dan Huwawa merupakan salah satu teks yang sangat digemari di sekolah-sekolah Babilonia Lama. Kisah ini menuturkan perjalanan ke Hutan Aras untuk menebang pohon suci dan menumbangkan Huwawa, menjadikannya cikal bakal cerita pada Tablet III–V epos Babilonia. Meski begitu, detail kisahnya sangat berbeda. Perbedaan paling mencolok adalah cara Huwawa dikalahkan: bukan lewat adu kekuatan, melainkan melalui tipu muslihat yang diajarkan oleh dewa Enki. Puisi Sumeria ini memiliki dua versi utama. Versi A (dikenal dengan judul "Sang Penguasa menuju Gunung Sang Makhluk Hidup") adalah versi yang paling utuh dan populer. Sementara itu, Versi B ("Ho, bersoraklah!") memiliki banyak kesamaan baris namun kondisinya kurang begitu lengkap. Dihantui oleh ketakutan akan kematian, Gilgamesh bertekad mengukir prestasi abadi. Ia merencanakan ekspedisi ke Gunung Aras di ujung timur, tempat berdiamnya "Sang Makhluk Hidup", julukan untuk manusia setengah ...