Puisi berjudul "Pahlawan dalam pertempuran" menceritakan perseteruan antara Gilgamesh dan dewi Inanna (Ishtar) serta pertarungan Gilgamesh dan Enkidu melawan Banteng Surga. Kisah ini adalah versi awal dari Tablet VI pada epos Babilonia, walau bagian permulaannya sangat berbeda. Sayangnya, puisi ini tidak sepopuler kisah Akka atau Huwawa. Naskah yang tersisa sangat sedikit sehingga penerjemahannya sangat sulit dan menantang. Tidak ada satu pun naskah utuh dari sekolah Nippur yang biasanya menghasilkan salinan paling akurat. Dua sumber terbaik justru berasal dari Mê-Turan dan Dilbat, ditambah empat prasasti kutipan yang sama sekali tidak jelas asal-usulnya. Kondisi naskah yang kerap rusak, ejaan yang tidak lazim, serta variasi penyuntingan membuat terjemahan kisah ini masih jauh dari kata pasti. Penemuan manuskrip baru di masa depan sangat diharapkan untuk mengoreksi berbagai kekurangan terjemahan saat ini. Setelah prolog berupa himne, cerita berlanjut dengan percakapan ant...